09 Oktober 2009

Selamat!

Selamat, anda hidup.


Selamat, anda hidup. Di sinilah anda. Dulu, anda tidak di sini. Dan suatu hari, anda tidak akan ada. Semua drama dan trauma anda, semua ide anda, semua hal yang anda suka dan tidak suka, semua hal yang terjadi yang anda nilai sebagai hidup anda tak lain adalah mimpi. Cuma mimpi. Mimpi tidak seharusnya dianggap enteng, tapi mereka adalah mimpi.

Ditengah-tengah semua mimpi ini, ada tempat dalam diri anda dimana anda bisa betul-betul melek. Dalam kesadaran itu, tidak ada penilaian. Tidak ada persoalan baik dan buruk, benar dan salah. Anda tidak dinilai. Tidak ada meteran dan tidak perlombaan. Tak seorangpun berdiri ada berkata, "Anda menang" atau "Anda kalah." Hanya realitas indah bahwa anda hidup.

Anda punya kecakapan untuk paham, mengetahui, mengagumi. Inilah sifat anda. Anda punya kecakapan untuk menjadi marah dan kecakapan menjadi tenang. Anda punya kecakapan menjadi terguncang dan kecakapan menjadi dalam damai. Yang mana yang paling banyak anda pakai? Frustrasi. Kemarahan. Kekecewaan.

Sekali dua kali, anda memang mendapati diri anda sendiri bahagia. Ketika anda begitu, itu merupakan hal yang begitu penting sehingga anda memikirkannya selama bertahun-tahun kemudian. Dan ketika anda semakin tua dan ingatan jangka pendek anda menghilang, anda akan berkata, "saya ingat ketika saya disana. Oh, waktu itu begitu indah."

Anda punya beberapa kwalitas yang lain: Anda dapat menghargai eksistensi ini. Anda bisa betul-betul bersukaria dalam cara abadi—tidak perlu kamera, tidak perlu keadaan istimewa. Anda bisa ada dalam kesenangan yang bersemi dari hati anda setiap hari.

Kebanyakan orang mencoba untuk memahami pikiran mereka. Orang-orang telah mencoba melakukannya sejak sangat lama. Dan mereka tidak akan pernah. Mereka menulis buku-buku dan mengatakan hal-hal indah, tapi itu seperti mempunyai kebun yang terlihat hebat meskipun setiap bunganya terbuat dari kertas dan setiap pohonnya adalah plastik. Rumputnya palsu, jadi anda tidak pernah harus memangkasnya.

Kerugiannya adalah bunganya tidak berkembang disana ada dan musim semi tidak pernah datang. Lebah tidak pernah beterbangan, tiada aroma harum bunga, dan pepohonan tidak digoyang angin. Sungguhpun itu semua terlihat cantik, itu statis—seperti mati.

Makanya amat penting memiliki pengalaman hidup. Yang hidup. Bernafas. Ada. Perasaan. Berpikir. Pengertian. Pengetahuan.


Makanya amat penting memiliki pengalaman hidup. Yang hidup. Bernafas. Ada. Perasaan. Berpikir. Pengertian. Pengetahuan. Itulah yang nyata. Seperti apa rupa kebun anda? Sudahkah anda mencium bunganya? Pernahkah anda melihat seekor lebah? Adakah burung-burung di pepohonan? Adakah musim ketika ia terlihat baik dan anda bersenang hati?

Orang terbiasa berada dalam frustrasi. Mereka terbiasa menjadi marah, susah. Katanya, "Itulah hidup. Waktu baik, waktu buruk—itu semua oke." Apa yang oke? Saya dalam keadaan tersesat? Saya mengabaikan sifat dasar saya? Saya dalam keadaan terjauhkan dari diri saya sendiri? Saya tidak mengenali diri saya sendiri?

Makanya setiap kita perlu sangat mati-matian untuk memahami bahwa tidak bisa ada kompromi, bahwa ikhtiar perlu dibuat setiap hari untuk melihat, untuk merasakan apa yang kita telah diberi—dari hati, dari dasar kita sebagai makhluk.

Ketahuilah bahwa waktunya akan datang ketika semua yang anda andalkan pelan-pelan akan berangsur menghilang. Apa yang akan tertinggal? Anda. Anda masih akan bisa mengalami, tapi erosi sedang terjadi. Itu terjadi sangat pelan-pelan anda tidak memperhatikannya, tapi itu sedang terjadi. Setiap hari, setiap detik, itu bergerak maju, tapi di atasnya terapung realitas indah yang abadi. Anda hidup. Dan sampai hari anda tidak lagi hidup, anda masih bisa pergi ke dalam dan merasakan kebahagiaan; anda bisa merasakan kesenangan.

Ada harapan. Hati anda mengetuk di pintu. Bukalah. Rasakan, lihatlah, pahami, sadarilah, ketahuilah. Beradalah dalam kesenangan itu, beradalah dalam perasaan itu setiap saat. Pahami indahnya kemungkinan untuk merasakan keheningan, untuk merasakan rasa syukur, menjadi berterima kasih bisa hidup. Saya di sini untuk mengingatkan anda: jangan menunggu. Bangunlah. Lihatlah, rasakan, kagumi, jadilah bagian dari eksistensi anda.

Prem Rawat

http://tprf.org• http://maharaji.net• http://contactinfo.net/

03 Oktober 2009

Pilihan Anda

Dengan memiliki damai dalam hidup anda, anda bisa menjadi katalisator bagi orang-orang lain, ini betul, tapi anda tidak bisa memberi mereka damai.


Seseorang memberitahu saya bahwa mereka ingin damai supaya mereka bisa memberikannya ke orang-orang lain. Tapi anda tidak bisa memberikan damai anda ke orang lain, sebagaimana anda tidak bisa memberi orang waktu anda. Anda tidak bisa memberi seseorang yang akan mati waktu sekalipun lima menit lagi.

Damai adalah sangat pribadi. Dengan memiliki damai dalam hidup anda, anda bisa menjadi katalisator bagi orang-orang lain, ini betul, tapi anda tidak bisa memberi mereka damai. Mereka harus menemukan dahaga mereka sendiri, pengertian mereka sendiri, dan menemukan damai itu di dalam. Kemungkinan itu selalu ada dalam hidup anda. Kalau anda punya kebijaksanaan, anda akan memanfaatkannya. Kadang-kadang orang berpikir kebijaksanaan adalah pencerahan. Mereka melihat lukisan tua seorang santo dengan cahaya di atas kepala mereka dan berpikir, “Oh, itu adalah orang yang mendapat pencerahan.” Tapi pencerahan sejati adalah ketika anda mengenali, dan kebijaksanaan adalah memutuskan memilih kesenangan yang itu ada dalam diri anda. Bukannya tentang mengetahui apa yang datang besok. Masalah-masalah datang dan pergi. Kalau anda punya problem, pada suatu waktu itu akan pergi tak ubahnya kala ia datang. Sesuatu akan berubah—anda akan berubah—tapi hasrat untuk kesenangan, untuk keheningan, akan tinggal dengan anda sepanjang hidup anda.

Rasa haus saya untuk keheningan, untuk kesenangan, belum berubah sejak saya sangat kecil. Yang lain-lainnya sudah berubah—kesukaan saya, ketidak-sukaan, apa yang saya makan, apa yang tidak saya makan. Semua sudah berubah, tapi dahaga itu belum berubah.


Pilihlah itu dalam hidup anda. Ini adalah pilihan yang harus dibuat setiap hari—untuk menikmati hidup anda. Anda harus datang sebagai orang merdeka, tidak dengan beban, tidak dalam ketakutan, karena itu tidak akan bekerja. Masalah-masalah masuk bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Kadang-kadang mereka mengubah penampilan mereka. Tapi apa yang kauinginkan dalam hidup anda? Ini adalah pilihan yang akan harus anda buat.

Orang-orang punya keragu-raguan. Saya tidak dapat berbuat apapun tentang itu karena ini adalah anda. Secara pribadi, bagi saya, keragu-raguan adalah membuang-buang waktu. Saya bisa menceritakan kepada anda kisah tentang keragu-raguan. Dulu ada seorang pria yang pergi ke pasar malam. Giginya benar-benar kotor—hampir hitam. Selagi dia berjalan-jalan, dia sampai di etalase dimana seorang dokter menjual obat seharga 15 sen. Dokter itu menunjukkannya pada orang-orang dan menawarkan kalau seseorang dari penonton dengan gigi yang sama sekali hitam, mereka bisa mencuci mulut mereka dengan obat, dan gigi mereka akan jadi bersih berkilauan.

Pria ini mau obat itu, tapi dia tidak bisa memutuskan. Mungkin terlalu mahal. Mungkin dia tidak benar-benar menginginkannya. Mungkin dia memang menginginkannya. Apa obatnya manjur? Dia berdiri disana berpikir, “Iya? Tidak? Iya? Tidak?” Dia ambil koin lima sen dan sepuluh sen, dan dia menggesek-gesekkan kedua koin itu berulang-ulang. “Iya? Tidak? Iya? Tidak?”

Akhirnya, semua botol terjual kecuali satu. Sehingga, pria itu mengambil koinnya, melemparnya ke dokter itu dan berkata, “Ini, Saya akan mengambilnya.” Dokter itu mengambil koinnya dan berkata, “Dengan apa?” Pria itu berkata, “Yaa, saya baru saja memberi anda 15 sen.” Dan dokter itu berkata, “Saya telah mengawasi anda berkata, ‘Ya? Tidak? Ya? Tidak?’ Dan dalam proses ini, anda telah samasekali mengauskan koin anda. Mereka tidak lagi berguna sekarang.”

Keragu-raguan adalah serupa dengan itu. Koin itu adalah waktu kita. “Ya? Tidak? Ya? Tidak?” Kalau anda siap membuat komitmen bahwa kesenangan adalah apa yang anda mau dalam hidup anda, anda akan disambut. Tidak pernah kasip, tapi jangan ragu-ragu, karena dalam keragu-raguan, anda memboroskan waktu anda. Ketika nafas ini memasuki anda—dan baru saja terjadi— tak seorangpun bisa berkata, “saya telah bernafas selama 60 tahun, jadi tak apa kalau saya tidak bernafas selama enam jam.” Tidak, itu tidak oke.

Tiap-tiap nafas diperlukan. Kesenangan setiap hari, damai, perlu diterima, dirasakan, dimengerti. Ini adalah tarian. Ini adalah simfoni kehidupan.

Prem Rawat

http://tprf.org• http://maharaji.net• http://contactinfo.net/

09 September 2009

Pertemanan Anda

“Kita seperti kain yang dicuci dengan sabun keheningan berulang sampai berkilauan. Anda perlu berkilauan, bersinar, karena itu adalah potensi anda.” kata Kabir.


Pada abad kelima belas orang suci dari India biasanya bicara tentang bagaimana semua pepohonan yang tumbuh di sekeliling pohon cendana memulai tercium seperti cendana. Mereka bukan cendana, tapi saat mereka tumbuh, mereka menyerap bau harum itu.

Kalau begitu mungkinkah jika saya berteman dengan sesuatu paling indah dalam hidup saya, saya akan mulai menyerap sifat-sifatnya? Ya. Itulah arti ibarat itu.

Kalau berteman dengan kebodohan, saya akan menyerap sifat kebodohan, tapi kalau saya berteman dengan keheningan, saya akan mulai menyerap kwalitas keheningan. Kalau saya mau punya bau harum pengertian, Saya perlu berteman dengan pengertian.

Kalau ini bahkan jauh dari mungkin, kemungkinan apa yang ada bagi saya dalam hidup ini! Kabir, orang suci lain yang hidup di abad kelima belas, berkata, “Kita seperti kain yang dicuci dengan sabun keheningan berulang sampai berkilauan. Anda perlu berkilauan, bersinar, karena itu adalah potensi anda.” Anda bukan cendana, dan tidak akan jadi cendana. Tapi dapatkah anda menyerap beberapa bau harum cendana yang semerbak wangi? Ya. Disanalah terletak harapan anda.

Saya dengar dari orang di sekeliling dunia. Banyak yang berada dalam situasi sulit. Beberapa berada di penjara, beberapa dengan hukuman seumur hidup. Pesan saya sampai ke mereka, dan itu luar biasa bersemangat, karena harapan apa yang bisa mereka punya? Sekalipun dalam situasi begitu dimana ada sedikit harapan, mereka mencari harapan. Mereka mencari kesenangan. Mereka mencari keheningan!

Kita jadi sibuk melakukan begitu banyak hal yang kita pikir penting. Tapi mendengarkan seorang manusia sebagai kamu adanya. Apakah kebutuhan paling sejati anda? Kebutuhan paling sejati anda adalah terpuaskan.

Kita melewati jalan-raya kehidupan sambil berkata, “saya perlu ini, saya perlu ini, saya perlu ini.” Sebagian adalah yang kita pikirkan, dan sebagian lagi dari yang orang lain beritahu kita, “Ini yang anda butuhkan, ini yang anda perlukan, ini yang anda perlukan.” Aku telah mendengar orang banyak membicarakan tentang donat Krispy Crème. Saya dengar bahwa toko roti itu punya lampu yang menyala ketika donat keluar dari oven dan bahwa orang-orang melambatkan jalannya saat melewati toko kalau-kalau cahaya akan menyala. Dan jika begitu, apapun yang mereka lakukan, orang akan berhenti untuk membeli donat dan memuaskan keinginan mereka akan sesuatu yang lezat.

Itu menggoda. Kadang terpikir oleh saya, “Hmm, mungkin saya sebaiknya mencoba donat Krispy Crème.” Kemudian saya sadar, “saya tidak mau.” Apakah itu penting? Tidak. Tapi semua dalam perjalanan hidup ini memang penting: apa yang jadi milik saya dan yang bukan milik saya; apa yang saya tahu dan apa yang saya percaya; rasa dahaga saya dan dahaga yang sudah dibebankan atas saya. Ini subyek besar. Cara kita bicara, cara kita berpikir, cara kita membayangkan sesuatu dipengaruhi secara langsung oleh masyarakat di sekeliling kita, bukan oleh kita.

Apakah dahaga hakiki kita? Siapa anda? Apakah anda cuma boneka, tersusun menurut konsep papier-mâché-satu lapis kertas di atas satu kertas dan kertas lainnya? Atau apakah anda sesuatu lebih dari sekedar itu? Moga-moga jawabannya adalah "Ya,” karena kalau jawabannya “Tidak,” kita sedang bermasalah.

Bertemanlah dengan yang benar, dan anda akan terwarnai dengan ciri mereka. Bertemanlah dengan cahaya, dan anda akan memulai berpijar.

Kabar baiknya adalah bahwa tiap-tiap kita punya dahaga. Tiap-tiap kita punya pencarian untuk terpenuhi, berada dalam damai. Boleh jadi anda tidak menyadarinya, tapi jauh di dalam anda tahu tentangnya.

Bertemanlah dengan yang benar, dan anda akan terwarnai dengan ciri mereka. Bertemanlah dengan cahaya, dan anda akan memulai berpijar. Inilah transformasi seorang manusia menjadi "manusia" sejati. Sederhana, sadar akan eksistensi.

Ada keindahan dalam diri anda yang anda bisa bersentuhan selama sisa hidup anda. Ia abadi. Tak berwaktu. Indah. Sederhana. Tak banyak yang seperti itu di dunia ini. Kalau anda ingin berteman dengan itu, saya bisa membantu.

Prem Rawat

http://tprf.org• http://maharaji.net• http://contactinfo.net/

27 Agustus 2009

Mengosongkan Wadah

...pemahaman bukan tentang argumen. Pemahaman adalah tentang apa yang anda telah mengerti, apa yang anda telah rasakan. Bukan tentang khotbah. Ia tentang menggapai dan menangkap jawaban dan menyadari, "Ya, sekarang saya paham." ...


Ketika saya menempuh perjalanan dan bicara ke orang, apakah tantangan saya? Memang, yang saya katakan harus berasal dari hati saya. Bukan pidato tertulis; Tidak dari buku. Tapi tantangan saya adalah bagi anda untuk mengosongkan wadah anda.

Ini bukan tentang mengatakan hal-hal bijaksana, percayalah. Orang berpikir saya akan menceritakan sesuatu yang akan menolong mereka. Dan ya, ternyata, karena orang menulis kembali dan berkata bagaimana mereka telah terbantu sejak mereka mendengarkan saya. Tapi bukan itu yang saya coba lakukan, karena saya tidak dapat mendorong kebijaksanaan ke dalam kepala seseorang. Yang saya coba lakukan adalah menolong orang untuk mengosongkan wadah mereka.

Keterbatasan kita yang paling besar adalah imajinasi kita. Saya belum pernah katakan ini sebelumnya karena saya tahu orang akan langsung berkata, "Tidak-tidak-tidak, kita bisa membayangkan beberapa hal yang tak patut!" Ya, anda bisa. Tapi ada sesuatu amat ajaib yang ada diluar daya anda untuk membayangkan. Saya menyebutnya damai dan kesenangan yang bersemayam di hati anda. Otak adalah sesuatu hal yang lucu. Ia berusaha terisi sebanyak yang ia bisa. Kalau kita lihat satu obyek yang kita belum pernah lihat sebelumnya, otak kita menjadi bingung sekali. Ia merespon, "Ini apa?" Imajinasi hanya bisa membawa anda sejauh itu. Tapi di kerajaan hati, di dunia keindahan batiniah ini, ada sesuatu yang sungguh bersifat ketuhanan, bukan karena buatan kita, tapi karena itulah sifat asalnya.

Saya tidak bicara tentang spekulasi/perkiraan. Anda perhatikan, Saya tidak akan menjawab pertanyaan anda. Apakah itu baik untuk anda? Pasti. Yang akan terus saya katakan adalah kosongkan wadah anda, dan jika anda lakukan, anda akhirnya akan memberi ruang bagi jawaban untuk datang. Karena anda tahu, jawabannya ada dalam diri anda. Apakah anda mempercayainya? Kita hidup di masyarakat dimana jika kita ingin tahu sesuatu, kita mencari di Internet untuk menemukannya. Tapi sudahkah anda temukan?

Dimanakah pemahaman di dunia ini? Orang lebih berpendidikan sekarang daripada yang sudah pernah ada. Semua orang punya argumen mereka kenapa sesuatu sebagaimana mereka adanya. Tapi pemahaman bukan tentang argumen. Pemahaman adalah tentang apa yang anda telah mengerti, apa yang anda telah rasakan. Bukan tentang khotbah. Ia tentang menggapai dan menangkap jawaban dan menyadari, "Ya, sekarang saya paham." Itulah yang saya inginkan untuk anda. Saya tidak mau anda berkata, "Sekarang saya telah diberi jawaban." Itu tak berarti. Saya mau anda bisa berkata, "Sekarang saya paham. Sekarang saya tahu." Begitulah cara yang perlu untuk terjadi—karena itu adalah seruan hati anda.

Ada kesempatan, kesempatan sederhana—kalau anda bisa melihatnya. Bagaimana anda dapat melihatnya? Kosongkan wadah anda. Bagaimana anda melakukannya? Itu mudah. Mulai saja membuang semua yang bukan milik anda, dan saya jamin wadahnya akan sangat-sangat kosong. Karena tiada satupun dalam wadah itu yang merupakan milik anda. Dalam hidup anda, anda diberitahu sesuatu dan anda berkata, "Oke." Setiap kali anda setuju, sesuatu ditempatkan dalam wadah itu, lagi dan lagi. Sayangnya, halnya sampai pada satu titik dimana tiada lagi ruang bagi yang lainnya. Ia penuh.

Apakah yang ada dalam wadah? Bagian dari semua hal yang berputar-putar di dunia ini. Orang berebut Tuhan. Negera-negera terpolarisasi/terkelompok-kelompok. Manusia saling melontarkan kemarahan hanya untuk membenarkan pendapat mereka. Kita telah menciptakan dunia mana, bukannya berkata, "Oke, kita tidak akan pernah bisa membayangkan Tuhan. Marilah kita hanya merasakan Tuhan, menghormati Tuhan, dan melantunkan Pujian bagi Tuhan." Tidak. Tidak mungkin sesederhana itu. "Ayo kita beri Tuhan jenis kelamin." Apa menurut anda Tuhan butuh kelamin? "Ayo kita beri Tuhan tangan." Apakah Tuhan perlu tangan? Daya itu, energi itu ada dimana-mana: tidak berasal dari manapun dan tidak pergi kemanapun. Apakah daya itu perlu kaki? Pikirkanlah hal itu.

Mungkin Saya telah menginspirasi anda untuk mengosongkan wadah anda. Atau barangkali saya sudah memberi anda ide paling tidak untuk melihat wadah anda dan lihatlah seberapa penuhnya. Lihatlah jika anda bisa mengenali hal-hal yang bukan milik anda. Anda tidak pernah meletakkannya disana. Mereka adalah suara orang-orang sebelum anda, yang mengatakan bagaimana harusnya. Dan anda berkata, "Oke."

Saya tidak berkata itu baik atau buruk. Saya berkata ini adalah wadah anda. Paling tidak, ia seharusnya berisi apa yang menurut anda harusnya ada disana. Karena hidup ini adalah tentang anda. Karunia hidup ini sudah diberikan pada anda. Jika anda menerima karunia ini, ia mengisi anda dengan kesenangan yang ajaib. Ia membawa kejelasan tiada bandingannya. Dan kemudian hidup anda terisi dengan rasa syukur, rasa syukur menjadi hidup. Bisakah anda memikirkan cerita yang lebih bagus? Bisakah anda memikirkan akhir hari yang lebih bagus? Bisakah anda memikirkan permulaan hari yang lebih bagus dibandingkan terisi rasa syukur? Inilah karunia pokok.

Prem Rawat

16 Agustus 2009

Jawaban Hati

Aku akan menceritakan kepadamu tentang buku terbaik yang pernah tertulis. Itu adalah buku pikiran yang kamu tulis untuk dirimu sendiri.


Kita menjalani kehidupan kita dan ada begitu banyak pernak-pernik. Kita punya hubungan, dan kita punya banyak pertimbangan. Kadang-kadang kelihatannya kita berjalan progresip. Kadang-kadang kelihatannya kita berjalan mundur. Suatu hari mudah, dan suatu hari sulit.

Memandang melalui jendela yang rumit ini, kelihatannya tidak ada sesuatupun yang bisa jadi sederhana. Tapi mundurlah dan hanya pandanglah pada kehidupan ini. Nafas datang. Ia tidak membuat pertimbangan. Kita tidak harus melakukan apapun untuk menerimanya. Tidak ada formulir untuk diisi, tidak perlu antre, tidak ada permainan menunggu. Kita tidak perlu log-on ke suatu dot-net atau dot-com untuk bernafas.

Kehidupan menari dan tergelar setiap hari dalam cara yang paling sederhana, paling tenang yang mungkin. Kamu ada, tidak melalui jalan besar dunia ini, tapi hanya sebagai kamu. Hanya kamu—wajah ini, senyum ini, badan ini, nafas ini, hati ini.

Banyak orang memusatkan perhatian pada semua masalah-masalah di dunia dan berkata kita harus menemukan solusi bagi semua masalah-masalah itu. Aku katakan bahwa kita punya pencarian. Itu bukan pencarian yang kamu atau aku mulai. Itu adalah pencarian yang sudah dimulai untuk kita. Itu adalah pencarian damai, pencarian cinta, pencarian pengertian, dan pencarian kesenangan.

Pencarian ini tidak untuk kesenangan yang ditemukan diluar. Itu adalah untuk kesenangan yang ditemukan di dalam. Pencarian ini tidak untuk damai diluar, tapi untuk damai yang terletak di dalam.

Kabar baiknya adalah bahwa apa yang kamu cari, kamu sudah miliki.

Siapa yang sudah memperkenalkan kita kepada kita? Kita selalu diperkenalkan kepada orang lain. Tak seorangpun bertanya, "Ngomong-ngomong, sudahkah kamu bertemu dirimu sendiri?" Pertemuan dengan dirimu sendiri adalah perbedaan antara keadaan bebas dan keadaan terperangkap. Kalau kamu tidak mau bertemu dirimu sendiri, kamu sedang terperangkap dengan dirimu sendiri. Hari kamu mau bertemu dengan dirimu sendiri, kamu menjadi bebas.

Aku akan menceritakan kepadamu tentang buku terbaik yang pernah tertulis. Itu adalah buku pikiran yang kamu tulis untuk dirimu sendiri. Ia jelas. Tidak perlu pendahuluan; tidak perlu kata pengantar. Tidak perlu catatan kaki. Itu adalah milikmu. Itu adalah sajak yang bersenandung keluar di hatimu dan membangkitkan kesenangan. Itu adalah sajak terbesar yang pernah ada—kesenangan. Dan itulah sajakmu, ungkapan bagi dirimu sendiri. Itu adalah karunia pokok.

Dunia ini berisi pertanyaan tanpa jawaban. Hati ini berisi jawaban tanpa pertanyaan. Kita dapat menerima jawaban itu, tidak jawaban yang dunia coba berikan pada kita.

Jawaban hati sangat, sangat berbeda, karena hati berkata, "Bangkitlah dan bersukacitalah. Bangkit dan hiduplah. Bangkitlah pada kemungkinan adanya pemenuhan."

Maharaji

02 Agustus 2009

Menemukan yang telah diberikan pada kita

Kita punya hidup. Itulah paspor terbesar. Nafas ini sedang melaju setiap saat.


Anda punya segalanya. Anda benar-benar memilikinya. Anda punya hidup ini. Mulailah dengan itu. Saya tahu sebagian orang bersikap sinis. Anda mungkin berpikir anda adalah kasus khusus yang sulit sekali. Banyak hal yang kita katakan pada diri kita adalah hasil pemberitahuan orang lain: “Jangan lakukan itu. Kalau anda lakukan, ini atau itu yang akan terjadi.” Jadi anda berpikir tu perkara rumit. Siapa yang memberitahu anda begitu? Tidakkah nafas datang ke anda? Tidakkah anda punya hati? Tidakkah anda hidup? Hanya menurut manfaat tiga hal ini saja, adanya anda bukan perkara sulit. Tiga hal itu menjadikan anda seorang manusia, sebagaimana saya, sebagaimana orang lain.

Lihatlah seekor semut. Seekor semut mestinya bersikap sinis. Pernahkah anda melihat seekor semut berusaha melewati rumput? Ia harus merangkak naik turun. Bahaya ada dimana-mana. Ia mestinya berhak bersikap sinis, tapi tidak begitu. Dengan kaki kecilnya, dia berjalan terus. Dan ia berjalan dan berjalan. Itu punya satu fokus dalam hidup.

Mulailah untuk melihat, untuk menghargai. Saya tidak berusaha mengatakan pada anda semuanya indah. Tapi lihat dan alamilah keindahan itu sendiri. Biarkan - berilah diri anda kesempatan untuk menerimanya dalam hidup anda.

Ibarat sebuah pintu, dan dibelakangnya, keajaiban luar biasa sudah dan sedang terjadi. Kita berkata, “Saya tidak tahu yang ada dibelakang pintu ini, karena itu, Saya tak akan membukanya.” Lalu kita melihat ke ruangan dimana kita berada dan tidak begitu hebat. Saya berkata, “Bukalah pintunya. Masuklah! Saya akan memberi anda kunci, tapi andalah yang harus membuka pintu itu.”

Ketika anda merasakan kesenangan, tidakkah anda mau berada disana selalu? Itu bukan harapan semata Sekedar harapan tidak akan bekerja. Sesuatu harus terjadi. Kita harus paham, “Disinilah dimana saya mau berada.” Dan kenalilah itu, tidak hanya berkata, “saya tidak mau merana.” Hanya berkata, “saya tidak mau merana” tidak otomatis menempatkan kita di satu tempat yang baik. Ini adalah hukum alam. Kalau saya berkata, “saya tidak mau berada di sini,” apa gunanya? Tapi kalau saya paham dimana saya ingin berada, maka itu akan menarik saya kesana.

Ada sebuah tempat dalam diri anda yang membawakan anda kesenangan. Anda harus mempercayai diri anda sebanyak saya mempercayai anda. Dan anda harus melihat kemungkinan dalam diri anda sendiri sebanyak saya melihat kemungkinan itu didalam anda. Mungkin untuk pertama kalinya katakan, “Saya tidak akan duduk disana sepanjang hidup saya sambil mengatakan tempat yang tidak saya ingini. Saya akan menjernihkan diri saya tentang tempat yang sebenarnya saya ingini.” Itulah saat ketika saya dapat membantu anda.

Kalau anda pergi ke loket tiket pesawat terbang dan berkata, “saya tak ingin berada di sini,” bagaimana mereka akan membantu anda? Saya ibarat maskapai penerbangan itu. Kalau anda berkata, “Bawalah saya ke tempat saya bisa berada dalam damai, dimana saya bisa berada dalam kesenangan,” maka saya bisa mengatakan kepada anda, “Silakan kesini. Tempat duduk mana yang anda suka?”

Kita punya hidup. Itulah paspor terbesar. Nafas ini sedang melaju setiap saat. Nafas tidak berandai-andai. Setiap saat ia datang. Sangat tepat. Lalu pergi, dan datang lagi. Ia tidak berandai-andai: “Saya sudah berada disana lama sekali. Anda akan baik-baik saja kalau saya tidak datang selama 45 menit.” Ia datang setiap saat, setiap detik.

Kita mendapat rahmat dalam kehidupan kita, begitu banyak keberkahan, begitu banyak cinta. Itu adalah masalah penyingkapan, menemukan semua yang telah diberikan.

Banyak orang terpesona oleh kesengsaraan dan benar-benar tidak bisa meninggalkannya. Mereka mengeluh tentang semua hal - tentang Tuhan, cuaca, semuanya. Kadang-kadang ada hujan badai atau panas. Itulah bagusnya berada di sini. Anda tidak bisa berkata, “Tolong, tanpa hujan badai. Tak pakai panas. Tolong, bukan ini atau itu.”

Kita harus jadi kuat di dunia ini. Menjadi selamat, sadar, tulen dalam hidup ini yang datang dari dalam. Saya tidak bisa memperbaiki sistem politik. Yang saya bisa lakukan adalah menolong orang-orang menyentuh hati mereka. Saya berkeliling dunia memberitahu orang-orang bahwa mereka bisa mendapat damai dalam hidup mereka. Saya mulai membantu orang-orang ketika saya sangat muda, dan inilah yang saya lakukan sepanjang hidup saya. Impiannya adalah untuk bisa pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, ke desa-desa - dan itu sedang menjadi kenyataan.

Setiap hari adalah baru. Dan itu sangat bagus. Nikmatilah hidup anda, setiap saat. Begitulah mestinya. Jangan hilangkan perisai harapan. Belajarlah cara berpegang padanya. Anda menginginkan harapan itu.

Kesedihan akan selalu ada disana; kesedihan tidak pergi. Semua kesedihan yang anda akan pernah rasakan ada dalam diri anda. Dan semua cinta yang akan pernah anda rasakan ada dalam diri anda. Itu hanya tergantung pada pintu mana yang ingin anda buka.

Anda punya semuanya. Biarkan saya menolong anda menemukan semua hal itu lagi, cara berpegang pada perisai harapan. Dunia telah mendorongnya jauh. Tapi setiap hari kita bisa punya harapan. Kita bisa belajar tersenyum lagi. Kita tidak harus bersedih. Saya tidak bisa mengatakan pada semua orang bahwa bisnis mereka akan menjadi lebih baik. Tapi saya tahu satu hal: seorang dengan pikiran terpusat (centered person - ed.) adalah yang sedang dicari seluruh dunia, karena itulah yang kita semua perlukan. Jadi, nikmati saja perjalanannya.

30 Juli 2009

Surga Di Dalam

Anda adalah kaptennya. Ini adalah kehidupan anda. Nikmatilah setiap saatnya.


Setiap hari adalah penting. Apa yang akan anda lakukan hari ini? Banyak orang suka duduk di penghujung hari dan berkata, “Biar saya bayangkan apa yang telah saya lakukan hari ini.” Itu sudah sedikit terlambat.

Anda bangun di pagi hari dan berpikir, “Apa yang akan saya lakukan?” Mungkin ada sepuluh ribu hal yang harus anda lakukan, tapi ingatlah satu hal: hari ini Saya akan senang hati, Saya akan ada dalam damai, Saya akan ada dalam kesenangan. Dan kemudian lakukan apa saja yang harus anda lakukan - semua pekerjaan anda miliki, hal-hal sedih yang mungkin harus anda lakukan, juga hal-hal buruk yang harus anda tanggung. Tapi ingatlah satu hal: hari ini, Saya akan senang hati.

Anda melewati perjalanan anda dalam kehidupan, dan mudah-mudahan, anda keluar jadi lebih bijaksana - tidak kurang sesuatu, tapi dengan sesuatu. Begitulah kehidupan ini harusnya menjadi, karena ini adalah kehidupan anda. Kehidupan bukan tentang berkata kepada seseorang, “Lihat apa yang anda lakukan kepada saya.”

Anda adalah kaptennya. Ini adalah kehidupan anda. Nikmatilah setiap saatnya. Adalah kewajiban atas anda untuk memudahkan hal itu dan jangan pernah, sekalipun - apapun yang datang dalam kehidupan anda - untuk melupakannya. Anda adalah unik. Tak seorangpun pernah atau akan pernah bisa mengekspresikan kesenangan di hati ini seperti anda melakukannya. Masa-masa sulit anda akan berlalu, tapi sesuatu yang paling penting adalah anda fokus anda. Ketika seseorang berjalan di atas tali titian, melalui seluruh perjalanan dari awal sampai penghabisan, dimana fokus mereka? Apakah mereka berpikir, “Seberapa jauh harus saya jalani?” “Seberapa jauh telah saya jalani?” Tidak. Fokus mereka hanya pada satu tempat: keseimbangan mereka. Kalau mereka fokus goyah, mereka akan jatuh.

Dalam kehidupan kita, kita sedang berjalan diatas tali titian, juga. Setiap hari yang berlalu tak akan pernah kembali. Itu telah pergi. Itu membuat beberapa orang sedih. Dan beberapa orang berkata, “Kalau itu sebenarnya hakiki, maka setiap hari adalah penting.” Dan begitulah. Setiap hari penting.

Pemenuhan tidak ada urusannya dengan semua hal yang berlangsung sepanjang hari. Itu benar-benar tidak ada kaitannya. Kalau kejernihan tidak ada dan fokus tidak lurus, segala hal penting - sekalipun lampu merah. “Lihatlah ini, Saya selalu mendapat lampu merah. Tidak satupun lampu hijau.” Dan kalau kejernihan ada, itu adalah satu momen lain untuk mengingat sesuatu yang penting.

Kehidupan ini bukan tentang lampu-lampu merah dan lampu-lampu hijau atau hal-hal buruk yang terjadi. Tanpa memperhatikan semua keburukan itu, kalau ada lebih banyak hal-hal yang baik dalam kehidupan anda, maka itu adalah baik. Jadi, bagi anda, apa itu baik atau apa itu buruk? Ada satu hal yang merobohkan keseimbangan, dan itu adalah kejernihan anda. Kalau anda jernih, maka jumlah semua hal-hal yang baik bila dikumpulkan adalah lebih baik daripada jumlah semua hal-hal buruk. Dan baik begitulah.

Kelapa yang terapung di lautan tidak berkata, “Kok ada ombak?” Ia menggunakan apa yang ia sudah diberi. Jadi, biarkan ada ombak. Mungkin kelapa sampai pada titik dimana ia berkata, “semakin besar ombak, makin baik, karena itu berarti Saya akan dilempar jauh ke pedalaman.” Semuanya bertukar; semuanya berbalik. Beginilah kita dimaksudkan untuk menjadi.

Ada surga di dalam. Anda tidak perlu menghitung semua masalah. Katakan saja, “Ada semua hal itu, tapi ditengah-tengah itu semua, ada sesuatu yang begitu cantik, begitu hakiki.” Dan yang hakiki adalah lebih tulen daripada yang palsu sebagai palsu. Realitas adalah luar biasa.

Prem Rawat