Aku akan menceritakan kepadamu tentang buku terbaik yang pernah tertulis. Itu adalah buku pikiran yang kamu tulis untuk dirimu sendiri.
Kita menjalani kehidupan kita dan ada begitu banyak pernak-pernik. Kita punya hubungan, dan kita punya banyak pertimbangan. Kadang-kadang kelihatannya kita berjalan progresip. Kadang-kadang kelihatannya kita berjalan mundur. Suatu hari mudah, dan suatu hari sulit.
Memandang melalui jendela yang rumit ini, kelihatannya tidak ada sesuatupun yang bisa jadi sederhana. Tapi mundurlah dan hanya pandanglah pada kehidupan ini. Nafas datang. Ia tidak membuat pertimbangan. Kita tidak harus melakukan apapun untuk menerimanya. Tidak ada formulir untuk diisi, tidak perlu antre, tidak ada permainan menunggu. Kita tidak perlu log-on ke suatu dot-net atau dot-com untuk bernafas.
Kehidupan menari dan tergelar setiap hari dalam cara yang paling sederhana, paling tenang yang mungkin. Kamu ada, tidak melalui jalan besar dunia ini, tapi hanya sebagai kamu. Hanya kamu—wajah ini, senyum ini, badan ini, nafas ini, hati ini.
Banyak orang memusatkan perhatian pada semua masalah-masalah di dunia dan berkata kita harus menemukan solusi bagi semua masalah-masalah itu. Aku katakan bahwa kita punya pencarian. Itu bukan pencarian yang kamu atau aku mulai. Itu adalah pencarian yang sudah dimulai untuk kita. Itu adalah pencarian damai, pencarian cinta, pencarian pengertian, dan pencarian kesenangan.
Pencarian ini tidak untuk kesenangan yang ditemukan diluar. Itu adalah untuk kesenangan yang ditemukan di dalam. Pencarian ini tidak untuk damai diluar, tapi untuk damai yang terletak di dalam.
Kabar baiknya adalah bahwa apa yang kamu cari, kamu sudah miliki.
Siapa yang sudah memperkenalkan kita kepada kita? Kita selalu diperkenalkan kepada orang lain. Tak seorangpun bertanya, "Ngomong-ngomong, sudahkah kamu bertemu dirimu sendiri?" Pertemuan dengan dirimu sendiri adalah perbedaan antara keadaan bebas dan keadaan terperangkap. Kalau kamu tidak mau bertemu dirimu sendiri, kamu sedang terperangkap dengan dirimu sendiri. Hari kamu mau bertemu dengan dirimu sendiri, kamu menjadi bebas.
Aku akan menceritakan kepadamu tentang buku terbaik yang pernah tertulis. Itu adalah buku pikiran yang kamu tulis untuk dirimu sendiri. Ia jelas. Tidak perlu pendahuluan; tidak perlu kata pengantar. Tidak perlu catatan kaki. Itu adalah milikmu. Itu adalah sajak yang bersenandung keluar di hatimu dan membangkitkan kesenangan. Itu adalah sajak terbesar yang pernah ada—kesenangan. Dan itulah sajakmu, ungkapan bagi dirimu sendiri. Itu adalah karunia pokok.
Dunia ini berisi pertanyaan tanpa jawaban. Hati ini berisi jawaban tanpa pertanyaan. Kita dapat menerima jawaban itu, tidak jawaban yang dunia coba berikan pada kita.
Jawaban hati sangat, sangat berbeda, karena hati berkata, "Bangkitlah dan bersukacitalah. Bangkit dan hiduplah. Bangkitlah pada kemungkinan adanya pemenuhan."
Maharaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar