09 Oktober 2009

Selamat!

Selamat, anda hidup.


Selamat, anda hidup. Di sinilah anda. Dulu, anda tidak di sini. Dan suatu hari, anda tidak akan ada. Semua drama dan trauma anda, semua ide anda, semua hal yang anda suka dan tidak suka, semua hal yang terjadi yang anda nilai sebagai hidup anda tak lain adalah mimpi. Cuma mimpi. Mimpi tidak seharusnya dianggap enteng, tapi mereka adalah mimpi.

Ditengah-tengah semua mimpi ini, ada tempat dalam diri anda dimana anda bisa betul-betul melek. Dalam kesadaran itu, tidak ada penilaian. Tidak ada persoalan baik dan buruk, benar dan salah. Anda tidak dinilai. Tidak ada meteran dan tidak perlombaan. Tak seorangpun berdiri ada berkata, "Anda menang" atau "Anda kalah." Hanya realitas indah bahwa anda hidup.

Anda punya kecakapan untuk paham, mengetahui, mengagumi. Inilah sifat anda. Anda punya kecakapan untuk menjadi marah dan kecakapan menjadi tenang. Anda punya kecakapan menjadi terguncang dan kecakapan menjadi dalam damai. Yang mana yang paling banyak anda pakai? Frustrasi. Kemarahan. Kekecewaan.

Sekali dua kali, anda memang mendapati diri anda sendiri bahagia. Ketika anda begitu, itu merupakan hal yang begitu penting sehingga anda memikirkannya selama bertahun-tahun kemudian. Dan ketika anda semakin tua dan ingatan jangka pendek anda menghilang, anda akan berkata, "saya ingat ketika saya disana. Oh, waktu itu begitu indah."

Anda punya beberapa kwalitas yang lain: Anda dapat menghargai eksistensi ini. Anda bisa betul-betul bersukaria dalam cara abadi—tidak perlu kamera, tidak perlu keadaan istimewa. Anda bisa ada dalam kesenangan yang bersemi dari hati anda setiap hari.

Kebanyakan orang mencoba untuk memahami pikiran mereka. Orang-orang telah mencoba melakukannya sejak sangat lama. Dan mereka tidak akan pernah. Mereka menulis buku-buku dan mengatakan hal-hal indah, tapi itu seperti mempunyai kebun yang terlihat hebat meskipun setiap bunganya terbuat dari kertas dan setiap pohonnya adalah plastik. Rumputnya palsu, jadi anda tidak pernah harus memangkasnya.

Kerugiannya adalah bunganya tidak berkembang disana ada dan musim semi tidak pernah datang. Lebah tidak pernah beterbangan, tiada aroma harum bunga, dan pepohonan tidak digoyang angin. Sungguhpun itu semua terlihat cantik, itu statis—seperti mati.

Makanya amat penting memiliki pengalaman hidup. Yang hidup. Bernafas. Ada. Perasaan. Berpikir. Pengertian. Pengetahuan.


Makanya amat penting memiliki pengalaman hidup. Yang hidup. Bernafas. Ada. Perasaan. Berpikir. Pengertian. Pengetahuan. Itulah yang nyata. Seperti apa rupa kebun anda? Sudahkah anda mencium bunganya? Pernahkah anda melihat seekor lebah? Adakah burung-burung di pepohonan? Adakah musim ketika ia terlihat baik dan anda bersenang hati?

Orang terbiasa berada dalam frustrasi. Mereka terbiasa menjadi marah, susah. Katanya, "Itulah hidup. Waktu baik, waktu buruk—itu semua oke." Apa yang oke? Saya dalam keadaan tersesat? Saya mengabaikan sifat dasar saya? Saya dalam keadaan terjauhkan dari diri saya sendiri? Saya tidak mengenali diri saya sendiri?

Makanya setiap kita perlu sangat mati-matian untuk memahami bahwa tidak bisa ada kompromi, bahwa ikhtiar perlu dibuat setiap hari untuk melihat, untuk merasakan apa yang kita telah diberi—dari hati, dari dasar kita sebagai makhluk.

Ketahuilah bahwa waktunya akan datang ketika semua yang anda andalkan pelan-pelan akan berangsur menghilang. Apa yang akan tertinggal? Anda. Anda masih akan bisa mengalami, tapi erosi sedang terjadi. Itu terjadi sangat pelan-pelan anda tidak memperhatikannya, tapi itu sedang terjadi. Setiap hari, setiap detik, itu bergerak maju, tapi di atasnya terapung realitas indah yang abadi. Anda hidup. Dan sampai hari anda tidak lagi hidup, anda masih bisa pergi ke dalam dan merasakan kebahagiaan; anda bisa merasakan kesenangan.

Ada harapan. Hati anda mengetuk di pintu. Bukalah. Rasakan, lihatlah, pahami, sadarilah, ketahuilah. Beradalah dalam kesenangan itu, beradalah dalam perasaan itu setiap saat. Pahami indahnya kemungkinan untuk merasakan keheningan, untuk merasakan rasa syukur, menjadi berterima kasih bisa hidup. Saya di sini untuk mengingatkan anda: jangan menunggu. Bangunlah. Lihatlah, rasakan, kagumi, jadilah bagian dari eksistensi anda.

Prem Rawat

http://tprf.org• http://maharaji.net• http://contactinfo.net/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar