Kita punya hidup. Itulah paspor terbesar. Nafas ini sedang melaju setiap saat.
Anda punya segalanya. Anda benar-benar memilikinya. Anda punya hidup ini. Mulailah dengan itu. Saya tahu sebagian orang bersikap sinis. Anda mungkin berpikir anda adalah kasus khusus yang sulit sekali. Banyak hal yang kita katakan pada diri kita adalah hasil pemberitahuan orang lain: “Jangan lakukan itu. Kalau anda lakukan, ini atau itu yang akan terjadi.” Jadi anda berpikir tu perkara rumit. Siapa yang memberitahu anda begitu? Tidakkah nafas datang ke anda? Tidakkah anda punya hati? Tidakkah anda hidup? Hanya menurut manfaat tiga hal ini saja, adanya anda bukan perkara sulit. Tiga hal itu menjadikan anda seorang manusia, sebagaimana saya, sebagaimana orang lain.
Lihatlah seekor semut. Seekor semut mestinya bersikap sinis. Pernahkah anda melihat seekor semut berusaha melewati rumput? Ia harus merangkak naik turun. Bahaya ada dimana-mana. Ia mestinya berhak bersikap sinis, tapi tidak begitu. Dengan kaki kecilnya, dia berjalan terus. Dan ia berjalan dan berjalan. Itu punya satu fokus dalam hidup.
Mulailah untuk melihat, untuk menghargai. Saya tidak berusaha mengatakan pada anda semuanya indah. Tapi lihat dan alamilah keindahan itu sendiri. Biarkan - berilah diri anda kesempatan untuk menerimanya dalam hidup anda.
Ibarat sebuah pintu, dan dibelakangnya, keajaiban luar biasa sudah dan sedang terjadi. Kita berkata, “Saya tidak tahu yang ada dibelakang pintu ini, karena itu, Saya tak akan membukanya.” Lalu kita melihat ke ruangan dimana kita berada dan tidak begitu hebat. Saya berkata, “Bukalah pintunya. Masuklah! Saya akan memberi anda kunci, tapi andalah yang harus membuka pintu itu.”
Ketika anda merasakan kesenangan, tidakkah anda mau berada disana selalu? Itu bukan harapan semata Sekedar harapan tidak akan bekerja. Sesuatu harus terjadi. Kita harus paham, “Disinilah dimana saya mau berada.” Dan kenalilah itu, tidak hanya berkata, “saya tidak mau merana.” Hanya berkata, “saya tidak mau merana” tidak otomatis menempatkan kita di satu tempat yang baik. Ini adalah hukum alam. Kalau saya berkata, “saya tidak mau berada di sini,” apa gunanya? Tapi kalau saya paham dimana saya ingin berada, maka itu akan menarik saya kesana.
Ada sebuah tempat dalam diri anda yang membawakan anda kesenangan. Anda harus mempercayai diri anda sebanyak saya mempercayai anda. Dan anda harus melihat kemungkinan dalam diri anda sendiri sebanyak saya melihat kemungkinan itu didalam anda. Mungkin untuk pertama kalinya katakan, “Saya tidak akan duduk disana sepanjang hidup saya sambil mengatakan tempat yang tidak saya ingini. Saya akan menjernihkan diri saya tentang tempat yang sebenarnya saya ingini.” Itulah saat ketika saya dapat membantu anda.
Kalau anda pergi ke loket tiket pesawat terbang dan berkata, “saya tak ingin berada di sini,” bagaimana mereka akan membantu anda? Saya ibarat maskapai penerbangan itu. Kalau anda berkata, “Bawalah saya ke tempat saya bisa berada dalam damai, dimana saya bisa berada dalam kesenangan,” maka saya bisa mengatakan kepada anda, “Silakan kesini. Tempat duduk mana yang anda suka?”
Kita punya hidup. Itulah paspor terbesar. Nafas ini sedang melaju setiap saat. Nafas tidak berandai-andai. Setiap saat ia datang. Sangat tepat. Lalu pergi, dan datang lagi. Ia tidak berandai-andai: “Saya sudah berada disana lama sekali. Anda akan baik-baik saja kalau saya tidak datang selama 45 menit.” Ia datang setiap saat, setiap detik.
Kita mendapat rahmat dalam kehidupan kita, begitu banyak keberkahan, begitu banyak cinta. Itu adalah masalah penyingkapan, menemukan semua yang telah diberikan.
Banyak orang terpesona oleh kesengsaraan dan benar-benar tidak bisa meninggalkannya. Mereka mengeluh tentang semua hal - tentang Tuhan, cuaca, semuanya. Kadang-kadang ada hujan badai atau panas. Itulah bagusnya berada di sini. Anda tidak bisa berkata, “Tolong, tanpa hujan badai. Tak pakai panas. Tolong, bukan ini atau itu.”
Kita harus jadi kuat di dunia ini. Menjadi selamat, sadar, tulen dalam hidup ini yang datang dari dalam. Saya tidak bisa memperbaiki sistem politik. Yang saya bisa lakukan adalah menolong orang-orang menyentuh hati mereka. Saya berkeliling dunia memberitahu orang-orang bahwa mereka bisa mendapat damai dalam hidup mereka. Saya mulai membantu orang-orang ketika saya sangat muda, dan inilah yang saya lakukan sepanjang hidup saya. Impiannya adalah untuk bisa pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, ke desa-desa - dan itu sedang menjadi kenyataan.
Setiap hari adalah baru. Dan itu sangat bagus. Nikmatilah hidup anda, setiap saat. Begitulah mestinya. Jangan hilangkan perisai harapan. Belajarlah cara berpegang padanya. Anda menginginkan harapan itu.
Kesedihan akan selalu ada disana; kesedihan tidak pergi. Semua kesedihan yang anda akan pernah rasakan ada dalam diri anda. Dan semua cinta yang akan pernah anda rasakan ada dalam diri anda. Itu hanya tergantung pada pintu mana yang ingin anda buka.
Anda punya semuanya. Biarkan saya menolong anda menemukan semua hal itu lagi, cara berpegang pada perisai harapan. Dunia telah mendorongnya jauh. Tapi setiap hari kita bisa punya harapan. Kita bisa belajar tersenyum lagi. Kita tidak harus bersedih. Saya tidak bisa mengatakan pada semua orang bahwa bisnis mereka akan menjadi lebih baik. Tapi saya tahu satu hal: seorang dengan pikiran terpusat (centered person - ed.) adalah yang sedang dicari seluruh dunia, karena itulah yang kita semua perlukan. Jadi, nikmati saja perjalanannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar