27 Agustus 2009

Mengosongkan Wadah

...pemahaman bukan tentang argumen. Pemahaman adalah tentang apa yang anda telah mengerti, apa yang anda telah rasakan. Bukan tentang khotbah. Ia tentang menggapai dan menangkap jawaban dan menyadari, "Ya, sekarang saya paham." ...


Ketika saya menempuh perjalanan dan bicara ke orang, apakah tantangan saya? Memang, yang saya katakan harus berasal dari hati saya. Bukan pidato tertulis; Tidak dari buku. Tapi tantangan saya adalah bagi anda untuk mengosongkan wadah anda.

Ini bukan tentang mengatakan hal-hal bijaksana, percayalah. Orang berpikir saya akan menceritakan sesuatu yang akan menolong mereka. Dan ya, ternyata, karena orang menulis kembali dan berkata bagaimana mereka telah terbantu sejak mereka mendengarkan saya. Tapi bukan itu yang saya coba lakukan, karena saya tidak dapat mendorong kebijaksanaan ke dalam kepala seseorang. Yang saya coba lakukan adalah menolong orang untuk mengosongkan wadah mereka.

Keterbatasan kita yang paling besar adalah imajinasi kita. Saya belum pernah katakan ini sebelumnya karena saya tahu orang akan langsung berkata, "Tidak-tidak-tidak, kita bisa membayangkan beberapa hal yang tak patut!" Ya, anda bisa. Tapi ada sesuatu amat ajaib yang ada diluar daya anda untuk membayangkan. Saya menyebutnya damai dan kesenangan yang bersemayam di hati anda. Otak adalah sesuatu hal yang lucu. Ia berusaha terisi sebanyak yang ia bisa. Kalau kita lihat satu obyek yang kita belum pernah lihat sebelumnya, otak kita menjadi bingung sekali. Ia merespon, "Ini apa?" Imajinasi hanya bisa membawa anda sejauh itu. Tapi di kerajaan hati, di dunia keindahan batiniah ini, ada sesuatu yang sungguh bersifat ketuhanan, bukan karena buatan kita, tapi karena itulah sifat asalnya.

Saya tidak bicara tentang spekulasi/perkiraan. Anda perhatikan, Saya tidak akan menjawab pertanyaan anda. Apakah itu baik untuk anda? Pasti. Yang akan terus saya katakan adalah kosongkan wadah anda, dan jika anda lakukan, anda akhirnya akan memberi ruang bagi jawaban untuk datang. Karena anda tahu, jawabannya ada dalam diri anda. Apakah anda mempercayainya? Kita hidup di masyarakat dimana jika kita ingin tahu sesuatu, kita mencari di Internet untuk menemukannya. Tapi sudahkah anda temukan?

Dimanakah pemahaman di dunia ini? Orang lebih berpendidikan sekarang daripada yang sudah pernah ada. Semua orang punya argumen mereka kenapa sesuatu sebagaimana mereka adanya. Tapi pemahaman bukan tentang argumen. Pemahaman adalah tentang apa yang anda telah mengerti, apa yang anda telah rasakan. Bukan tentang khotbah. Ia tentang menggapai dan menangkap jawaban dan menyadari, "Ya, sekarang saya paham." Itulah yang saya inginkan untuk anda. Saya tidak mau anda berkata, "Sekarang saya telah diberi jawaban." Itu tak berarti. Saya mau anda bisa berkata, "Sekarang saya paham. Sekarang saya tahu." Begitulah cara yang perlu untuk terjadi—karena itu adalah seruan hati anda.

Ada kesempatan, kesempatan sederhana—kalau anda bisa melihatnya. Bagaimana anda dapat melihatnya? Kosongkan wadah anda. Bagaimana anda melakukannya? Itu mudah. Mulai saja membuang semua yang bukan milik anda, dan saya jamin wadahnya akan sangat-sangat kosong. Karena tiada satupun dalam wadah itu yang merupakan milik anda. Dalam hidup anda, anda diberitahu sesuatu dan anda berkata, "Oke." Setiap kali anda setuju, sesuatu ditempatkan dalam wadah itu, lagi dan lagi. Sayangnya, halnya sampai pada satu titik dimana tiada lagi ruang bagi yang lainnya. Ia penuh.

Apakah yang ada dalam wadah? Bagian dari semua hal yang berputar-putar di dunia ini. Orang berebut Tuhan. Negera-negera terpolarisasi/terkelompok-kelompok. Manusia saling melontarkan kemarahan hanya untuk membenarkan pendapat mereka. Kita telah menciptakan dunia mana, bukannya berkata, "Oke, kita tidak akan pernah bisa membayangkan Tuhan. Marilah kita hanya merasakan Tuhan, menghormati Tuhan, dan melantunkan Pujian bagi Tuhan." Tidak. Tidak mungkin sesederhana itu. "Ayo kita beri Tuhan jenis kelamin." Apa menurut anda Tuhan butuh kelamin? "Ayo kita beri Tuhan tangan." Apakah Tuhan perlu tangan? Daya itu, energi itu ada dimana-mana: tidak berasal dari manapun dan tidak pergi kemanapun. Apakah daya itu perlu kaki? Pikirkanlah hal itu.

Mungkin Saya telah menginspirasi anda untuk mengosongkan wadah anda. Atau barangkali saya sudah memberi anda ide paling tidak untuk melihat wadah anda dan lihatlah seberapa penuhnya. Lihatlah jika anda bisa mengenali hal-hal yang bukan milik anda. Anda tidak pernah meletakkannya disana. Mereka adalah suara orang-orang sebelum anda, yang mengatakan bagaimana harusnya. Dan anda berkata, "Oke."

Saya tidak berkata itu baik atau buruk. Saya berkata ini adalah wadah anda. Paling tidak, ia seharusnya berisi apa yang menurut anda harusnya ada disana. Karena hidup ini adalah tentang anda. Karunia hidup ini sudah diberikan pada anda. Jika anda menerima karunia ini, ia mengisi anda dengan kesenangan yang ajaib. Ia membawa kejelasan tiada bandingannya. Dan kemudian hidup anda terisi dengan rasa syukur, rasa syukur menjadi hidup. Bisakah anda memikirkan cerita yang lebih bagus? Bisakah anda memikirkan akhir hari yang lebih bagus? Bisakah anda memikirkan permulaan hari yang lebih bagus dibandingkan terisi rasa syukur? Inilah karunia pokok.

Prem Rawat

16 Agustus 2009

Jawaban Hati

Aku akan menceritakan kepadamu tentang buku terbaik yang pernah tertulis. Itu adalah buku pikiran yang kamu tulis untuk dirimu sendiri.


Kita menjalani kehidupan kita dan ada begitu banyak pernak-pernik. Kita punya hubungan, dan kita punya banyak pertimbangan. Kadang-kadang kelihatannya kita berjalan progresip. Kadang-kadang kelihatannya kita berjalan mundur. Suatu hari mudah, dan suatu hari sulit.

Memandang melalui jendela yang rumit ini, kelihatannya tidak ada sesuatupun yang bisa jadi sederhana. Tapi mundurlah dan hanya pandanglah pada kehidupan ini. Nafas datang. Ia tidak membuat pertimbangan. Kita tidak harus melakukan apapun untuk menerimanya. Tidak ada formulir untuk diisi, tidak perlu antre, tidak ada permainan menunggu. Kita tidak perlu log-on ke suatu dot-net atau dot-com untuk bernafas.

Kehidupan menari dan tergelar setiap hari dalam cara yang paling sederhana, paling tenang yang mungkin. Kamu ada, tidak melalui jalan besar dunia ini, tapi hanya sebagai kamu. Hanya kamu—wajah ini, senyum ini, badan ini, nafas ini, hati ini.

Banyak orang memusatkan perhatian pada semua masalah-masalah di dunia dan berkata kita harus menemukan solusi bagi semua masalah-masalah itu. Aku katakan bahwa kita punya pencarian. Itu bukan pencarian yang kamu atau aku mulai. Itu adalah pencarian yang sudah dimulai untuk kita. Itu adalah pencarian damai, pencarian cinta, pencarian pengertian, dan pencarian kesenangan.

Pencarian ini tidak untuk kesenangan yang ditemukan diluar. Itu adalah untuk kesenangan yang ditemukan di dalam. Pencarian ini tidak untuk damai diluar, tapi untuk damai yang terletak di dalam.

Kabar baiknya adalah bahwa apa yang kamu cari, kamu sudah miliki.

Siapa yang sudah memperkenalkan kita kepada kita? Kita selalu diperkenalkan kepada orang lain. Tak seorangpun bertanya, "Ngomong-ngomong, sudahkah kamu bertemu dirimu sendiri?" Pertemuan dengan dirimu sendiri adalah perbedaan antara keadaan bebas dan keadaan terperangkap. Kalau kamu tidak mau bertemu dirimu sendiri, kamu sedang terperangkap dengan dirimu sendiri. Hari kamu mau bertemu dengan dirimu sendiri, kamu menjadi bebas.

Aku akan menceritakan kepadamu tentang buku terbaik yang pernah tertulis. Itu adalah buku pikiran yang kamu tulis untuk dirimu sendiri. Ia jelas. Tidak perlu pendahuluan; tidak perlu kata pengantar. Tidak perlu catatan kaki. Itu adalah milikmu. Itu adalah sajak yang bersenandung keluar di hatimu dan membangkitkan kesenangan. Itu adalah sajak terbesar yang pernah ada—kesenangan. Dan itulah sajakmu, ungkapan bagi dirimu sendiri. Itu adalah karunia pokok.

Dunia ini berisi pertanyaan tanpa jawaban. Hati ini berisi jawaban tanpa pertanyaan. Kita dapat menerima jawaban itu, tidak jawaban yang dunia coba berikan pada kita.

Jawaban hati sangat, sangat berbeda, karena hati berkata, "Bangkitlah dan bersukacitalah. Bangkit dan hiduplah. Bangkitlah pada kemungkinan adanya pemenuhan."

Maharaji

02 Agustus 2009

Menemukan yang telah diberikan pada kita

Kita punya hidup. Itulah paspor terbesar. Nafas ini sedang melaju setiap saat.


Anda punya segalanya. Anda benar-benar memilikinya. Anda punya hidup ini. Mulailah dengan itu. Saya tahu sebagian orang bersikap sinis. Anda mungkin berpikir anda adalah kasus khusus yang sulit sekali. Banyak hal yang kita katakan pada diri kita adalah hasil pemberitahuan orang lain: “Jangan lakukan itu. Kalau anda lakukan, ini atau itu yang akan terjadi.” Jadi anda berpikir tu perkara rumit. Siapa yang memberitahu anda begitu? Tidakkah nafas datang ke anda? Tidakkah anda punya hati? Tidakkah anda hidup? Hanya menurut manfaat tiga hal ini saja, adanya anda bukan perkara sulit. Tiga hal itu menjadikan anda seorang manusia, sebagaimana saya, sebagaimana orang lain.

Lihatlah seekor semut. Seekor semut mestinya bersikap sinis. Pernahkah anda melihat seekor semut berusaha melewati rumput? Ia harus merangkak naik turun. Bahaya ada dimana-mana. Ia mestinya berhak bersikap sinis, tapi tidak begitu. Dengan kaki kecilnya, dia berjalan terus. Dan ia berjalan dan berjalan. Itu punya satu fokus dalam hidup.

Mulailah untuk melihat, untuk menghargai. Saya tidak berusaha mengatakan pada anda semuanya indah. Tapi lihat dan alamilah keindahan itu sendiri. Biarkan - berilah diri anda kesempatan untuk menerimanya dalam hidup anda.

Ibarat sebuah pintu, dan dibelakangnya, keajaiban luar biasa sudah dan sedang terjadi. Kita berkata, “Saya tidak tahu yang ada dibelakang pintu ini, karena itu, Saya tak akan membukanya.” Lalu kita melihat ke ruangan dimana kita berada dan tidak begitu hebat. Saya berkata, “Bukalah pintunya. Masuklah! Saya akan memberi anda kunci, tapi andalah yang harus membuka pintu itu.”

Ketika anda merasakan kesenangan, tidakkah anda mau berada disana selalu? Itu bukan harapan semata Sekedar harapan tidak akan bekerja. Sesuatu harus terjadi. Kita harus paham, “Disinilah dimana saya mau berada.” Dan kenalilah itu, tidak hanya berkata, “saya tidak mau merana.” Hanya berkata, “saya tidak mau merana” tidak otomatis menempatkan kita di satu tempat yang baik. Ini adalah hukum alam. Kalau saya berkata, “saya tidak mau berada di sini,” apa gunanya? Tapi kalau saya paham dimana saya ingin berada, maka itu akan menarik saya kesana.

Ada sebuah tempat dalam diri anda yang membawakan anda kesenangan. Anda harus mempercayai diri anda sebanyak saya mempercayai anda. Dan anda harus melihat kemungkinan dalam diri anda sendiri sebanyak saya melihat kemungkinan itu didalam anda. Mungkin untuk pertama kalinya katakan, “Saya tidak akan duduk disana sepanjang hidup saya sambil mengatakan tempat yang tidak saya ingini. Saya akan menjernihkan diri saya tentang tempat yang sebenarnya saya ingini.” Itulah saat ketika saya dapat membantu anda.

Kalau anda pergi ke loket tiket pesawat terbang dan berkata, “saya tak ingin berada di sini,” bagaimana mereka akan membantu anda? Saya ibarat maskapai penerbangan itu. Kalau anda berkata, “Bawalah saya ke tempat saya bisa berada dalam damai, dimana saya bisa berada dalam kesenangan,” maka saya bisa mengatakan kepada anda, “Silakan kesini. Tempat duduk mana yang anda suka?”

Kita punya hidup. Itulah paspor terbesar. Nafas ini sedang melaju setiap saat. Nafas tidak berandai-andai. Setiap saat ia datang. Sangat tepat. Lalu pergi, dan datang lagi. Ia tidak berandai-andai: “Saya sudah berada disana lama sekali. Anda akan baik-baik saja kalau saya tidak datang selama 45 menit.” Ia datang setiap saat, setiap detik.

Kita mendapat rahmat dalam kehidupan kita, begitu banyak keberkahan, begitu banyak cinta. Itu adalah masalah penyingkapan, menemukan semua yang telah diberikan.

Banyak orang terpesona oleh kesengsaraan dan benar-benar tidak bisa meninggalkannya. Mereka mengeluh tentang semua hal - tentang Tuhan, cuaca, semuanya. Kadang-kadang ada hujan badai atau panas. Itulah bagusnya berada di sini. Anda tidak bisa berkata, “Tolong, tanpa hujan badai. Tak pakai panas. Tolong, bukan ini atau itu.”

Kita harus jadi kuat di dunia ini. Menjadi selamat, sadar, tulen dalam hidup ini yang datang dari dalam. Saya tidak bisa memperbaiki sistem politik. Yang saya bisa lakukan adalah menolong orang-orang menyentuh hati mereka. Saya berkeliling dunia memberitahu orang-orang bahwa mereka bisa mendapat damai dalam hidup mereka. Saya mulai membantu orang-orang ketika saya sangat muda, dan inilah yang saya lakukan sepanjang hidup saya. Impiannya adalah untuk bisa pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, ke desa-desa - dan itu sedang menjadi kenyataan.

Setiap hari adalah baru. Dan itu sangat bagus. Nikmatilah hidup anda, setiap saat. Begitulah mestinya. Jangan hilangkan perisai harapan. Belajarlah cara berpegang padanya. Anda menginginkan harapan itu.

Kesedihan akan selalu ada disana; kesedihan tidak pergi. Semua kesedihan yang anda akan pernah rasakan ada dalam diri anda. Dan semua cinta yang akan pernah anda rasakan ada dalam diri anda. Itu hanya tergantung pada pintu mana yang ingin anda buka.

Anda punya semuanya. Biarkan saya menolong anda menemukan semua hal itu lagi, cara berpegang pada perisai harapan. Dunia telah mendorongnya jauh. Tapi setiap hari kita bisa punya harapan. Kita bisa belajar tersenyum lagi. Kita tidak harus bersedih. Saya tidak bisa mengatakan pada semua orang bahwa bisnis mereka akan menjadi lebih baik. Tapi saya tahu satu hal: seorang dengan pikiran terpusat (centered person - ed.) adalah yang sedang dicari seluruh dunia, karena itulah yang kita semua perlukan. Jadi, nikmati saja perjalanannya.